Sabtu, 30 Juni 2012

TUGAS SOFTSKILL (KELOMPOK) SEMESTER 2



TUGAS SOFTSKILL 

SEMESTER 2
(TUGAS KELOMPOK)


NAMA : ZAHRAWATI EKA PRASTIYANTI
KELAS : 1 SA02
NPM : 17611714




PARIWISATA KOTA PALEMBANG 




    A.  SEJARAH SINGKAT KOTA PALEMBANG

Kota Palembang merupakan kota tertua di Indonesia berumur setidaknya 1382 tahun jika berdasarkan prasasti Sriwijaya yang dikenal sebagai prasasti Kedudukan Bukit. Menurut Prasasti yang berangka tahun 16 Juni 682. Pada saat itu oleh penguasa Sriwijaya didirikan Wanua di daerah yang sekarang dikenal sebagai kota Palembang. Menurut topografinya, kota ini dikelilingi oleh air, bahkan terendam oleh air. Air tersebut bersumber baik dari sungai maupun rawa, juga air hujan. Bahkan saat ini kota Palembang masih terdapat 52,24 % tanah yang yang tergenang oleh air (data Statistik 1990). Berkemungkinan karena kondisi inilah maka nenek moyang orang-orang kota ini menamakan kota ini sebagai Pa-lembang dalam bahasa melayu Pa atau Pe sebagai kata tunjuk suatu tempat atau keadaan; sedangkan lembang atau lembeng artinya tanah yang rendah, lembah akar yang membengkak karena lama terendam air (menurut kamus melayu), sedangkan menurut bahasa melayu-Palembang, lembang atau lembeng adalah genangan air. Jadi Palembang adalah suatu tempat yang digenangi oleh air.
Kondisi alam ini bagi nenek moyang orang-orang Palembang menjadi modal mereka untuk memanfaatkannya. Air menjadi sarana transportasi yang sangat vital, ekonomis, efisien dan punya daya jangkau dan punya kecepatan yang tinggi. Selain kondisi alam, juga letak strategis kota ini yang berada dalam satu jaringan yang mampu mengendalikan lalu lintas antara tiga kesatuan wilayah:
  • Tanah tinggi Sumatera bagian Barat, yaitu : Pegunungan Bukit Barisan.
  • Daerah kaki bukit atau piedmont dan pertemuan anak-anak sungai sewaktu memasuki dataran rendah.
  • Daerah pesisir timur laut.
Secara geografis, Palembang terletak pada 2°59′27.99″LS 104°45′24.24″BT. Luas wilayah Kota Palembang adalah 102,47 Km² dengan ketinggian rata-rata 8 meter dari permukaan laut. Letak Palembang cukup strategis karena dilalui oleh jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan antar daerah di Pulau Sumatera. Selain itu di Palembang juga terdapat Sungai Musi yang dilintasi Jembatan Ampera dan berfungsi sebagai sarana transportasi dan perdagangan antar wilayah.





B.   POTENSI PARIWISATA

  •  WISATA ALAM

1. Sungai Musi (Wisata Apung Tempat Wisata di Palembang)

Aliran Sungai Musi berasal dari sejumlah anak sungai yang tersebar di propinsi Sumatera Selatan seperti Sungai Air Rawas dan Sungai Batanghari Leko. Sungai Musi membelah kota Palembang menjadi dua bagian. Bagi Anda yang ingin menikmati sensasi menjelajahi Kota Palembang dengan perahu, Anda bisa mengunjungi tempat wisata di Palembang yang satu ini.





2. Jembatan Ampera (Ikon Tempat Wisata di Palembang)
Jika kita bicara tempat wisata di Palembang dan Sungai Musi, maka ingatan kita tidak akan lupa kepada Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat). Jembatan legendaris yang menjadi simbol kota Palembang ini dibangun pada masa Pemerintahan Presiden Soekarno dengan bantuan negara Jepang. Sungai Musi membelah kota Palembang menjadi dua bagian, yaitu Palembang Hulu dan Palembang Hilir. Dan Jembatan Ampera menghubungan dua bagian kota ini menjadi satu.







3. Pulau Kemaro (Tempat Wisata di Palembang Yang Legendaris)
Tempat wisata di Palembang berikutnya adalah Pulau Kemaro yang legendaris. Pulau Kemaro terletak di tengah-tengah sungai Musi. Asal usul Pulau Kemaro menurut cerita rakyat adalah berasal dari sepasang kekasih keturunan China yang tidak direstui oleh orang tuanya. Konon suatu saat kota Palembang pernah mengalami musim kemarau panjang namun hanya tanaman pulau tersebut yang tetap subur dan tidak mengalami kemarau.








4. Taman Hutan Wisata Punti Kayu

sebuah taman yang memiliki area taman rekreasi dengan fasilitas yang mendukung, yakni kolam renang, tempat ibadah, kebun binatang, dan sarana olah raga. Disamping itu juga ada area hutan lindung, area perkemahan, serta area danau dan rawa.






5.  
Air Terjun Lematang


Lematang mempunyai tinggi sekitar 40 meter dan merupakan salah satu objek wisata yang menjadi andalan Kota Pagar Alam lahat. Air Terjun Lematang berada di tepi jalan raya menuju ke Kota Pagar Alam.Lokasi Air Terjun Lematang Indah terletak sekitar 10 Km dari pusat kota Pagar Alam. Jika ditempuh dari kota Palembang akan memakan waktu sekitar enam jam dengan jarak tempuh sekitar 298 Km.







  •   WISATA RELIGI   

  1. Masjid  Cheng Ho

Masjid Cheng Ho Palembang sebenarnya bernama Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya Palembang adalah Masjidbernuansa Muslim Tionghoa yang berlokasi di Jakabaring Palembang. Masjid ini didirikan atas prakarsa para sespuh, penasehat, pengurus 
Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumsel, dan serta tokoh masyarakat Tionghoa di sekitar Palembang.Mesjid yang didirikan warga keturunan ini juga memiliki imam baru yang sudah hafal 30 juz dari kitab suci umat Islam, Al-Quran yaitu Choirul Rizal.






2.  Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II


Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang merupakan salah satu peninggalan kejayaan masa lalu. Masjig yang sudah berusia lebih dari dua abad ini semakin menjadikan masjid ini begitu berkharisma dan dibanggakan oleh warga Palembang.






3.  Masjid Kiai Merogan
Masjid ini dibangun lebih dahulu daripada Masjid Lawang Kidul. Pada masa lalu, daerah tempat berdirinya masjid dengan atap bertumpang dua dan puncak mustaka sama dengan Masjid Lawang Kidul ini bernama Kampung Karang Berahi.




  • WISATA SEJARAH

1.     Museum  Balaputra Dewa
 
Museum yang arsitekturnya murni bercita seni traditional Palembang ini, dibangun pada tahun 1977 setelah sebelumnya bernama Museum Negeri Propinsi Sumatera Selatan. Nama Bala Putra Dewa sendiri berasal dari nama seorang raja Sriwijaya yang memerintah pada abad VIII-IX.
Di museum ini terdapat berbagai koleksi kebudayaan dan alam Sumatera Selatan seperti benda histografi, etnografi, seni rupa dll.






2. Taman Purbakala Bukit Seguntang terletak 

Taman Purbakala Bukit Seguntang dikelurahan Bukit Lama – Palembang. Taman Purbakala Bukit Seguntang merupakan cikal bakal Kerajaan Malaka.





3.      Benteng Kuto Besak

Kuto Besak adalah bangunan keraton yang pada abad XVIII menjadi pusat Kesultanan Palembang. Gagasan mendirikan Benteng Kuto Besak diprakarsai oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah pada tahun 1724-1758 dan pelaksanaan pembangunannya diselesaikan oleh penerusnya yaitu Sultan Mahmud Bahauddin yang memerintah pada tahun 1776-1803. Sultan Mahmud Bahauddin ini adalah seorang tokoh kesultanan Palembang Darussalam yang realistis dan praktis dalam perdagangan internasional, serta seorang agamawan yang menjadikan Palembang sebagai pusat sastra agama di Nusantara.










4.    Monumen Penderitaan Rakyat

bangunan berbentuk limas terbalik dengan Burung Garuda lambang Negara Indonesia bertengger di depannya. Bangunan yang hampir didominasi warna kelabu dan hitam tersebut bernama Monumen Penderitaan Rakyat atau yang biasa dikenal sebagai Monpera. Untuk berkunjung kesini, cukup dengan mengunjungi Masjid Agung Palembang yang terletak persis di depan Jembatan Ampera di Sungai Musi. Dari Masjid Agung, anda bisa langsung menyebrang menuju Monpera. Monpera ini digunakan sebagai monumen pertempuran 5 hari 5 malam melawan penjajah Belanda oleh rakyat Sumatera Selatan di Kota Palembang dan sekitarnya. Di dalam Monpera terdapat museum yang berisikan benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan perang tersebut termasuk dokumen dan senjata perang pada masa itu.

     




  • WISATA KEBUDAYAAN

  1. Tenun Songket Palembang

Tenun/Siwet Songket Palembang merupakan kerajinan tradisional khas masyarakat Palembang dan umumnya merupakan hasil industri rumah tangga. Pekerjaan menenun biasanya dilakukan kaum wanita, walaupun akhir-akhir ini kaum pria juga sudah berpartisipasi membuatnya. Songket adalah kain tenun yang dibuat dengan teknik menambah benang pakan sebagai hiasan, yaitu dengan menyisipkan benang perak, emas atau benang warna di atas benang lungsin. Tenun ini memiliki berbagai motif, seperti: lepus, jando beraes, bunga inten, tretes midar, pulir biru, kembang suku hijau, bungo cino, bunga pacik, dan lain-lain.





2. Tarian Gending Sriwijaya

Tarian Gending Sriwijaya merupakan tari adat masyarakat Sumatera Selatan yang mencerminkan sikap tuan rumah yang ramah, bahagia, tulus dan terbuka terhadap tamu. Tarian ini bertujuan menyambut tamu istimewa yang bekunjung ke daerah, seperti kepala negara, kepala pemerintahan dan pihak mempelai besan dalam perayaan perkawinan.





3. Tari Tepak

Tari tepak atau tari tanggai yang biasa digelarkan untuk menyambut tamu-tamu terhormat. Tarian ini memiliki persamaan dengan tari Gending Sriwijaya. Perbedaannya pada jumlah penari dan busananya. Tari tepak atau tanggai dibawakan oleh 5 penari sedangkan tari Gending Sriwijaya 9 penari. Busana penari tepak atau tanggai ini tidak selengkap busana dan asesoris penari Gending.




4. Tari Mejeng Besuko

salah satu tarian tradisional dari Sumatera Selatan. Tarian ini menggambarkan kebahagiaan para remaja dalam suatu pertemuan. Dalam tarian ini, terlihat gerakan yang gemulai yang menggambarkan suasana senda gurau para remaja dalam mengikat ketertarikan lawan jenisnya.





5. Tari Manik

Tari ini menggambarkan adat istiadat masyarakat Palembang yang memiliki kebiasaan apabila akan memilih calon pengantin/mempelai wanita, pihak pria akan berkunjung ke kediaman pihak perempuan untuk melihat dan menilai, dalam bahasa adat dikenal dengan istilah Madik dan Nindai. 


   





  •  WISATA KULINER

1. Pempek

Pempek adalah makanan yang sudah dikenal orang banyak sebagai ciri khas Palembang. Makanan yang terbuat dari sagu (tepung kanji) dicampur dengan ikan giling akan sangat nikmat disantap dikala siang/sore hari. Tapi di Palembang sering disantap dikala sarapan pagi. Disajikan bersama cuka (cuko) yang terbuat dari rebusan gula merah dan cabe rawit. Pempek bisa disantap dalam keadaan di rebus , digoreng bahkan dipanggang. Pempek panggang sering disebut Tunu, dibentuk bulat-bulat kemudian pada bagian tengah disisipkan ebi/udang kering giling yang diberi kecap manis/asin bisa langsung disantap dan banyak orang menambahkan cuka sebagai pelezatnya. Jenis Pempek lainnya : kapal selam, lenjer, keriting, adaan, kulit, tahu, pistel (isi irisan pepaya muda), udang, lenggang (irisan pempek digoreng seperti martabak bersama telur), otak-otak dan lain-lain.






2. Tekwan 

Terbuat dari sagu dan ikan juga, dibentuk bulat-bulat kecil bak bakso ikan, dengan kuah kaldu udang, dilengkapi dengan soun, irisan bengkuang, jamur kuping dan bunga sedap malam menimbulkan aroma dan rasa yang khas.





 3. Burgo

Burgo adalah sejenis lontong sayur, cocok disantap untuk sarapan. Lain halnya dengan burgo maka yang mengandung ikan adalah kuah nya. Kuah bersantan dengan irisan ikan gabus kemudian burgo yang terbuat dari campuran tepung beras dan kanji dibentuk seperti kue dadar llalu dipotong-potong bak lontong kemudian disiram dengan kuah ikan. Dijamin anda akan suka dengan makanan ini.





4. Mie Celor  
Hampir ada dibeberapa daerah namun di Palembang tetap menjadi makanan favorit olahan ikan





 5. Laksan 
Hampir sama dengan burgo, disajikan dengan kuah santan dan adonan tepung beras nya dipotong agak lebar atau gepeng.





6.     Lakso

Yang membuatnya berbeda dengan burgo adalah bentuk adonan tepung berasnya. Kalo burgo bulat panjang, kalau laksan gepeng padat maka lakso dibentuk seperti mie kemudian disiram kuah ikan.





8. Martabak HAR 

Makanan khas India ini sudah terkenal di Palembang sejak dulu, HAR adalah kepanjangan untuk H. Abdul Rozak. Martabak ini disajikan dengan kuah kari kentang dan diberi irisan cabe ijo/rawit bersama kecap asin. Martabak bisa diisi dengan sayuran atau telur.
 







     C.    KENDALA PARIWISATA KOTA PALEMBANG

Perkembangan pariwisata kota Palembang diantaranya yakni kurangnya dana untuk mendukung sarana dan prasarana kota. Jalan raya yang kurang luas seringkali menyebabkan kemacetan, kurangnya tempat-tempat penginapan dalam jumlah yang masih kurang, infrastruktur kota serta pengelolaan sampah yang kurang baik, serta masih minimnya promosi pariwisata kota baik kancah regional maupun nasional.



D. KELEBIHAN PARIWISATA KOTA PALEMBANG

Seperti yang telah saya kemukakan sebelumnya bahwa kelebihan pariwisata kota Palembang yakni,
Kota Palembang memiliki potensi pariwisata yang begitu besar, baik dari tempat Wisata Alam, Wisata Sejarah, Wisata Kuliner, Wisata Budaya, bahkan Wisata Religi. 




E. KESIMPULAN

Pariwisata Kota Palembang memiliki begitu besar, namun  masih banyak obek wisata kota Palembang yang kurang dikenal luas karena kurangnya sarana dan prasarana yang kurang memadai. Infrastruktur wisata masih kurang baik, itu semua dirandai dengan masih banyaknya jalan rusak, tata kota yang  kurang teratur, bahkan kurangnya tempat penginapan untuk wisatawan.
Dengan perbaikan sarana tersebut saya pikir kota Palembang mampu meningkatkan kepariwisataan Kota Palembang dengan lebih baik lagi.




F. DAFTAR PUSTAKA










http://travel.detik.com/aci/read/2010/11/03/163320/1484434/1001/






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar